Budaya dan Pariwisata

Dinas Pariwisata Papua Barat Sosialisasi Sadar Wisata Dan Sapta Pesona

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat mengadakan sosialisasi sadar wisata dan sapta pesona di Hotel Oriestom Bay, Rabu (24/10).

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor tingkat provinsi, Kelompok Sadar Wsiata Oridek dan guru-guru SMA se-Kabupaten Manokwari.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Periwisata Papua Barat, Yusak Wabiya mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan merupakan salah satu program instansi tersebut untuk memberikan penyukuhan tentang sadar wisata dan sapta pesona tahunan.

“Kegiatan ini sudah diprogramkan dan telah dilaksanakan di beberapa tempat. Kali ini kita mengadakannya untuk beberapa kelompok pengelola wisata dan para guru SMA yang ada di Manokwari,” kata Yusak kepada wartawan, Rabu (24/10).

Menurut Yusak, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada para pelaku usaha wisata di Kabupaten Manokwari dan sekitarnya, tetapi juga akan berkembang  ke seluruh wilayah Papua Barat yang memiliki potensi yang cukup banyak.

“Meskipun Papua Barat ini merupakan salah satu provinsi konservasi, tapi dia juga merupakan daerah potensi wisata yang cukup luar biasa, sehingga kami mempunyai program untuk bagaimana mengembangkan potensi wisata yang ada untuk menjadi sebuah daya tarik wisata,” ungkanya.

Untuk wilayah Raja Ampat sendiri, kata Yusak, sudah bisa disebut sebagai daya tarik wisata lantaran telah dikembangkan oleh pemerintah provinsi, sementara daerah-daerah lain belum dikembangkan karena masih merupakan potensi wisata yang nantinya akan dikembangkan kedepannya, sehingga itu belum bisa disebut sebagai daya tarik wisata.

Contohnya seperti Kabupaten Pegunungan Bintang. Kabupaten ini mempunyai potensi wisata yang sangat luar biasa, tapi belum bisa dikatakan daya tarik wisata karena tidak dikembangkan.

“Kalau kita promosikan potensi wisata di Pegunungan Bintang kemudian tiba-tiba wisatawan datang dia bingung mau tidur dan makan apa. Mungkin  wisaatawan itu datang tapi dia hanya lakukan penjejakan-penjejakans aja karena disana belum ada penginapan dan lain sebagainya,” terang Yusak.

Oleh karena itu, sebut Yusak, beberapa potensi wisata ini kedepan akan dikembangkan, sehingga para pelaku wisata terutama masyarakat lokal selaku pemilik hak ulayat harus dipersiapkan dengan matang, diberikan pengertian dan penjelasan terkait bagaimana mengelola potensi wisata yang ada di daerahnya.

“Makanya kami memberikan penyukuhan teknis atau memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang bagaimana kebijakan pemerintah daerah untuk membangun sektor pariwisata kedepan,” tegasnya.

Untuk itu, kegiatan tujuan utama kegiatan ini dilaksanakan ialah mempersiapkan masyarakat agar ketika objek wisata di daerahnya dikembangkan, masyarakat sudah memahami bagaimana menjaga dan mengelola sektor pariwisata itu sebagai sumber perekonomiannya.

“Untuk menjual sektor pariwisata itu kita harus menjaga dan merawatnya dengan baik. Kalau kita menjual sektor pariwsaiata itu dalam keadaan yang tidak beres berarti susah. Jadi, mungkin tujuan utama seperti itu,” terangnya. (Sumber:harianpapuanews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close